Fungsi Dan Komponen Baterai Aki

Fungsi Dan Komponen Baterai Aki – Pada sepeda motor beterai bersama generator digunakan sebagai pemberi arus listrik searah ke peralatan listrik seperti sistem starter sistem pengapian dan peralatan penerangan. Baterai mempunyai kemampuan melepaskan arus yang besar, kompak dan ringan dan berkapasitas besar. Terdapat dua jenis baterai yang digunakan pada sepeda motor yaitu baterai primer seperti baterai kering dimana tidak dapat dipergunakan lagi bila arus listriknya habis dan baterai sekunder dimana dapat melepas arus listrik sesuai kebutuhan dan dapat diisi ulang.

Konstruksi baterai

Baterai terdiri dari plat positif, plat negatip, separator ( alat pemisah ) cairan elektrolit dan bak accu. Bak accu dan tutup accu dilindungi oleh perekat satu bak accu yang mempunyai satu cell menghasilkan tegangan 2,1 volt sampai 2,2 volt. Bila tiga atau cell dihubungkan secara serie menghasilkan tegangan 6 volt atau 12 volt.

Fungsi Dan Komponen Baterai Aki

Fungsi Dan Komponen Baterai Aki

Plat positip dan negative

Plat negatip berbentuk jarring dan terbuat dari zinc dan campuran anti mony yang dilapisi oleh pasta yang terbuat dari gulungan oksida zinc ( zinc oxide shavings ) dan asam sulfat encer ( dilute sulfuric acid ) setelah mengering selanjutnya diproses oleh elektrolit. Plat positip terbuat dari timah hitam peroxide berwarna coklat tua sedangkan plat negatip berwarna abu-abu dan terbuat dari kerak timah hitam.

Separator ( alat pemisah ) dan serat gelas

Separator bersifat anti konduksi yang mempunyai banyak lubang, tahanan listriknya kecil dan panas dan asam, sehingga banyak separator yang terbuat dari resin sintetis atau fiber bertulang, serat gelas terbuat dari fiberglas yang dijalin horizontal dan vertikal serta gelas ini berhubungan langsung dengan permukaan plat positip untuk mencegah jatuhnya material aktif dari plat positip dan menjaga separator agar tidak terjadi oksidasi.

Bak accu dan tutup accu

Bak accu adalah sebuah tempat yang berfungsi memegang plat positip dan negatip terbuat dari resin sintesis dan bak untuk 6 volt terbagi dalam tiga cell sedangkan bak untuk 12 volt terbagi menjadi enam cell. Tutup accu terpasang dibagian atas bak accu untuk menjaga kebocoran cairan elektrolit dimana terdapat lubang-lubang untuk mengisi dan membuang cairan accu.

Cairan elektrolit

Air murni atau hasil proses destilasi yang dicampur dengan asam sulfat membentuk asam sulfat encer dan dipakai sebagai cairan elektrolit rumus kimianya : H2 SO 4 biasanya cairan elektrolit yang dipakai mempunyai berat jenis 1,280 pada suhu 200 C saat baterai bermuatan penuh.

Sulfas

Bila baterai digunakan terus menerus dalam keadaan setengah terisi atau dibiarkan dalam keadaan kosong, asam sulfat akan menyelimuti plat-plat positip dan negatip sehingga tidak memungkinkan pengisian kembali. Plat ini disebut sulfasi , sulfasi dapat terjadi juga karena cairan elektrolit kurang dan plat positip dan negatip terbuka ( berhubungan langsung dengan udara ).

Reaksi Kimia Pada Baterai

  1. Pengosongan
    Pb O2 + H2 SO4 + Pb ………. Pb SO4 + 2 H2O + Pb SO4
  2. Pengisian
    Pb SO2 + H2 O + Pb SO4 …….. Pb O2 + 2 H2 SO4 + Pb
    Baterai Bebas Perawatan ( Maintanance Free/MF )
    Baterai bebas perawatan ditutup rapat dengan merubah reaksi kimia controversial dan memerlukan penambahan air accu karena cairan elektrolitnya tidak berkurang.
    Keunggulan baterai bebas perawatan adalah :

    • Kompak dan mempunyai unjuk kerja yang sangat baik.
    • Jumlah cairan tidak memerlukan pemeriksaan dan penambahan.
    • Pengosongan tanpa sengaja kecil sekali.
      Tidak memerlukan saluran pembuangan.
    • Siap digunakan.
    • Rancangan aman.
Untuk menyalurkan kelebihan gas yang dihasilkan ketika pengisian didalam baterai telah disediakan   katup pengaman.

Contoh Langkah – Langkah Perawatan Baterai

Periksa pada 1.000 km pertama dan setiap 2.500 km selanjutnya.
  1. Lepaskan baterai untuk diperiksa ketinggian permukaan cairan dan berat jenisnya.
  2. Buka tempat duduk ( seat ).
  3. Lepaskan kabel terminal baterai positif dan negatip bilamana melepas baterai pertama lepaskan kabel negatip kemudian kabel positip.
  4. Lepaskan baterai dari rangka.
  5. Periksa tinggi permukaan cairan elektrolik dan berat jenisnya tambahkan air accu bila diperlukan sehingga tinggi permukaan cairan berada diantara garis lower dan upper.
  6. Untuk mengukur berat jenis pergunakan hydrometer sehingga dapat menentukan kondisi pengisian baterai ( charge ).
  7. Baterai dalam keadaan terisi penuh arus listrik berat jenisnya 1,28. Bilamana hasil pengukuran standar berat jenis hanya mencapai 1,22 atau dibawahnya berarti baterai perlu di isi kembali ( discharge ).
  8. Lepas baterai dan charge menggunakan baterai charge. Mencharge baterai tanpa melepasnya dari sepeda motor akan dapat mengakibatkan kerusakan pada regulator atau rectifier.
  9. Untuk memasang baterai adalah kebalikan saat melepas.
  10. Pastikan letak pipa ventilasi cukup aman dan tidak rusak.

Alat Dan Bahan Yang Digunakan

  1. Satu unit sepeda motor
    Sepeda motor ini berfungsi sebagai media utama dalam praktek.
  2. Baterai sepeda motor
    Baterai merupakan salah satu komponen kelistrikan sepeda motor yang membutuhkan perawatan secara berkala.
  3. Kunci ring 10 mm
    Berfungsi untuk membuka baut kabel baterai yang terpasang pada sepeda motor.
  4. Obeng –
    Untuk membuka tutup baterai pada sepeda motor dan membuka tutup sel-sel baterai.
  5. Hydrometer
    Berfungsi untuk mengukur berat jenis elektrolit baterai.
  6. Baterai charge
    Berfungsi untuk mengisi arus baterai jika baterai dalam keadaan kosong ( drop ).
  7. Air baterai tutup biru ( air suling )
    Berfungsi untuk menambah cairan elektrolit baterai jika jumlahnya kurang didalam baterai.
  8. Gemuk
    Berfungsi untuk melumasi terminal-terminal baterai supaya tidak terjadi sulfasi.
Demikianlah pembahasan mengenai Fungsi Dan Komponen Baterai Aki semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂
Fungsi Dan Komponen Baterai Aki | admin | 4.5