Pengertian Dan Macam-Macam Sistem Pengapian

Pengertian Dan Macam-Macam Sistem Pengapian

Pengertian Dan Macam-Macam Sistem Pengapian – Sistem pengapian bertujuan untuk mengahasilkan arus listrik bertegangan tinggi untuk kebutuhan pembakaran campuran bahan bakar dalam udara dalam ruangan bakar. Pada dasarnya rangkaian pada sistem pengapian ada dua yaitu pengapian primer dan pengapian sekunder.Pada rangkaian primer sistem pengapian mencakupseluruh komponen yang bekerja dengan tegangan rendah, dari batrai atau alternator, sedangkan rangkaian sekunder bekerja pada tengangan tinggiseperti pada komponen yang ada setelah terminal outputkoil sampai pada masa busi.

Sudut dwel adalah sudut putaran cam distributor pada saat kontak platina menutup sampai kontak platina mulai membuka pada tonjolan cam berikutnya. Besarnya sudut dwel sangat berpengaruh terhadap unjuk kerja koil. Sudut dwel yang besar akan membuat koil cepat panas dan akhirnya kemampuan menurun. Bila sudut dwel terlalu kecil, koil tidak cukup untuk dapat mencapai pemagnetan maksimum, akhirnya efisiensi juga menurun.

Sudut dwel mempunyai hubungan yang sangat erat dengan besar celha kontak platina. Semakin besar celah kontak platina akan semakin kecil sudut dwel dan senaliknya semakin kecil kontak platina akan semakin besar sudut dwel. Untuk mengetahui besar sudut dwel digunakan ala dwell tester, umumnya dwell tester dikombinasikan denagan tachometer.

Fungsi sistem pengapian

  • Sebagai swict untuk menghidupkan dan memeriksa mesin,
  • Dapat bekerja dengan tegangan listrik yang berbeda ( tengan batray dan tegangan alternator ).
  • Menghasilkan busur listrik tegangan tinggi pada busi untuk melakukan pembakaran.
  • Mendistribusikan tegangan tinggi kebeberapa busi dengan urutan yang tepat.
  • Memastikan saat pengapian tepat beberapa derajat sebelum piston mencapai titik mati atas pada saat langka kompresi.
  • Mengubah saat pengapian sesuai dengan tingkat perubahan putaran.

Sistem pengapian konvensional platina

Motor pembakaran dalam menghasilkan tenaga dengan jalan membakar capuran udara dan bahan bakar di dalam silinder. Pada motor bensin, loncatan bunga api pada busi diperlukan untuk menyalakan campuran udara dan bahan bakar yang telah di kompresikan oleh piston di dalam silinder. Sedangkan pada motor diesel udara dikompresikan dengan tekanan yang tinggi sehingga menjadi sangat panas, dan bila bahan bakar di injeksikan ke dalam silinder, maka akan terbakar secara serentak.

Karena pada motor bensin proses pembakaran di mulai oleh loncatan bunga api pada busi, maka diperlukan suatu sistem yang berfungsi menghasilkan loncatan bunga api pada busi, untuk beberapa metode diperlukan untuk menghasilkan arus tegangan tinggi yang diperlukan untuk proses pembakaran. Sistem pengapian (ignition sistem) pada automobile berfungsi untuk menaikkan tegangan baterai menjadi 10KV atau lebih dengan mempergunakan ignition coil dan kemudian oleh distributor di bagi bagi ke busi melalui kabel tegangan tinggi.

Sistem pengapian konvensional adalah salah satu sistem pengapian baterai pada motor bensin yang masih menggunakan platina untuk memutus hubungkan arus primer koil, yang nantinya bertujuan untuk menghasilkan induksi tegangan tinggi pada kumparan skunder yang akan disalurkan ke masing masing busi.

Banyak kendaraan masih menggunakan pengapian konvensional.Ketika kontak pemutus menutup dan kunciontak ON, arus primer dari baterai atau alternator mengalir melalui kumparan primer menghasilkan medan magnetebagai energi yang tersimpan. Ketika suatu saat kontak pemutus membuka maka kemagnetanilang seketika dan tegangan tinggi terinduksi pada kumparanekunder. Tegangan ini dialirkan melalui kabel tegangan tinggi danebuah distributor menuju salahatu busi. Dibawah ini gambaran dasar hubungan kecepatan putar mesin tak dengan jumlah pembakaranalam setiap menitnya.

2/nzf=
dimana:
f = rata-rata timbulnya bunga api
z = Jumlah silinder
n = putaran mesin

Pada putaran rendah, kontak pemutus menutup dengan waktuang cukup untuk menyimpan energi potensial yang penuh, tetapi pada putaran tinggi lamanya kontak menutup (sudut dwell) semakin pendek waktunya sehingga pemutusan arus primer terjadi sebelum energi potensial maksimum tersimpan pada kumparan, hal ini menyebabkan berkurangnya energi tegangan tinggi dari sekunder koil.

Pada pengapian konvensional pemajuan pengapiannya secara mekanik dengan menggunakan bobot pemaju dan membran/diafragma, dimana semakin tinggi putaran mesin bobot sentrifugal memajukan saat pengapian semakin maju, dan ketika intake manifold berkurang kevakumannya semakin mundur saat pengapiannya.

Pengertian Dan Macam-Macam Sistem Pengapian

Sistem pengapian elektronik CDI ( capacitive discharge ignition )

Sistem pengapian kondensator (kapasitor) atau CDI (Capacitor Discharge Ignition) merupakan salah satu jenis sistem pengapian pada kendaraan bermotor yang memanfaatkan arus pengosongan muatan (discharge current) dari kondensator, guna mencatudaya kumparan pengapian (ignition coil).

sistim atau cara kerja dari CDI yaitu Awalnya sebuah pencatu daya akan mengisi muatan pada kondensator dalam bentuk Arus listrik searah sampai mencapai beberapa ratus volt. Selanjutnya sebuah pemicu akan diaktifkan untuk menghentikan proses pengisian muatan kondensator, sekaligus memulai proses pengosongan muatan kondensator untuk mencatudaya kumparan pengapian melalui sebuah saklar elektronik.

Karena bekerja dengan secara elektronik, sebagian besar komponennya merupakan komponen-komponen elektronik yang ditempatkan pada papan rangkaian tercetak atau Printed Circuit Board (PCB), lalu dibungkus dengan bahan khusus agar terlindungi dari kotoran, uap, cairan maupun panas. Banyak orang yang menyebutnya modul CDI (CDI module), kotak CDI (CDI box), atau “CDI” saja.

Berdasarkan pencatu dayanya, sistem pengapian CDI terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Sistem pengapian CDI AC yang merupakan dasar dari sistem pengapian CDI, dan menggunakan pencatu daya dari sumber Arus bolak balik (dinamo AC/alternator).
  • Sistem pengapian CDI DC yang menggunakan pencatu daya dari sumber arus listrik searah (misalnya dinamo DC, Batrai, maupun Aki).

Pengertian Dan Macam-Macam Sistem Pengapian

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Dan Macam-Macam Sistem Pengapian semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

 

 

 

 

Pengertian Dan Macam-Macam Sistem Pengapian | admin | 4.5