Tips Memilih Klasifikasi Minyak Pelumas For Engine

Tips Memilih Klasifikasi Minyak Pelumas For Engine

Tips Memilih Klasifikasi Minyak Pelumas For Engine – Minyak pelumas untuk engine diklasifikasikan sesuai dengan standar American peroleum institute ( API ) dan dites sesuai dengan standarnya klasifikasi API. Dalam hal ini biasanya telah tercantum pada setiap masing-masing kemasan minyak pelumas tersebut.

Hal ini untuk menambah tingkatan SAE pemilihan minyak pelumas akan lebih mudah apabila dilihat dari perbandingan kondisi pengoperasian kendaraan.

Dalam hal demikian sangat penting sekali kita mengetahui klasifikasi minyak pelumas yang akan dipergunakan nantinya pada kendaraan, supaya hasil yang di dapat dalam kinerja di kendaraan tersebut dengan maksimal sesuai yang diharapkan.

Klasifikasi Minyak Pelumas Untuk Motor Bensin Klasifikasi Api Penggunaan Dan Kualitas Oli

  • SA Minyak murni tampak bahan tambah (additive).
  • SB Digunakan untuk mesin operasi ringan yang mengandung sedikit anti oxiden.
  • SC Oli yang mengandung detergen, dispersant, anti oxidan dan lain-lain.
  • SD Digunakan untuk mesin yang beroperasi dengan temperatur tinggi mengandung resisting agent, anti oxidant dan lain-lain .
  • SE Digunakan untuk mesin sedang mengandung resisting agent, oxidant yang lebih banyak.
  • SF Tingkat aliran tinggi dengan pemakaian resistance dan daya tahan yang lebih tinggi.

Aditive Pada Minyak Pelumas

Agar supaya minyak pelumas dapat digunakan pada sebuah kendaraan dengan hasil yang baik dan dapat mencegah kerusakan-kerusakan pada bagian-bagian yang bergesekan tersebut yang dapat menganggu kinerja mesin tersebut.

Maka oleh sebab itu di perlukan sekali suatu aditive yang bercampur dengan minyak lumas sedangkan aditive yang sering digunakan pada minyak lumas adalah :

  • Ditegents yaitu untuk mencegah terjadinya endapan pada suhu tinggi dan biasanya digunakan bahan kimia sulfonat (Ba, Ca), phosphanat dan lain-lain.
  • Dispersant untuk mendepres yang terjadi (lumpur) biasanya digunakan bahan kimia polymer dari acrylic, metharylic.
  • Corrosions inhibitors yaitu untuk melindungi logam-logam non ferrous dalam mesin dan bahan kimia yang digunakan adalah metal ditheophos phates dan metal dicarbonates.
  • Anti oxidants yaitu untuk mengurangi oxidasi minyak pelumas dan bahan kimia yang digunakan adalah siffides dan sulfarides.
  • Viscositi index improvers adalah kekentalan minyak pelumas tidak banyak terpengaruh oleh suhu.
  • Pour point depressant yaitu untuk mencegah terjadinya kristallasi parafint wax pada suhu rendah dan bahan kimia yang digunakan adalah polymethacrilates dan policy lamides.
  • Extreme pessure (EP) yaitu untuk mencegah kerusakan akibat sentuhan logam dengan logam dan bahan kimia yang digunakan adalah persenyawaan sulfur dan halogen.

Demikianlah pembahasan mengenai Tips Memilih Klasifikasi Minyak Pelumas For Engine semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Tips Memilih Klasifikasi Minyak Pelumas For Engine | admin | 4.5