Cara Mudah Mengetahui Fungsi Sistem Pendingin Pada Kendaraan

Cara Mudah Mengetahui Fungsi Sistem Pendingin Pada Kendaraan “Wajib Baca”

Cara Mudah Mengetahui Fungsi Sistem Pendingin Pada Kendaraan – Di zaman sekarang ini perkembangan teknologi yang semakin maju dan cepat yang mendorong manusia untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Didalam dunia otomotif sendiri baik mobil maupun motor dikenal macam sistem yang digunakan, sistem-sistem ini bekerja salaing berkaitan antara satu dengan yang lainya sehingga apabila salah satu dari sistem tersebut mengalami masalah kerusakan maka pastinya akan menambah kerusakan kepada yang lainnya. Sistem pendingin baik mobil maupun motor difungsikan untuk menurunkan temperature pada mesin yang terjadi akibat dari pembakaran maupun gesekan pada komponen mesin. Proses terjadinya pembakaran selanjutnya menghasilkan tenaga mekanis yang digunakan untuk menggerakan mesin.

Cara Mudah Mengetahui Fungsi Sistem Pendingin Pada Kendaraan

Akibat dari proses pembakaran adalah hanya panas yang apabila tidak didinginkan pastinya akan mengakibatkan kerusakan komponen mesin tersebut, sistem pendingin adalah suatu rangkaian yang dapat mengatasi terjadinya over heating pada mesin. Sistem pendingin pada mesin yang menggunakan air lebih rumit selain biayanya yang mahal dibanding menggunakan sistem pendingin udara. Tapi banyak mempunyai keuntungan meenggunakan sistem ini karena sistem yang menggunakan sistem pendingin air lebih aman sebab ruang bakar dikelilingi oleh pendingin terutama air dengan kandungan yang dikhusukan yamg mempunyai additive dan anti beku, dan juga bertindak sebagai peredam bunyi. Air pendingin yang panas dapat digunakan juga sebagai sumber panas untuk pemanas udara didalam kendaraan. Bagian sistem pendingin air dilengkapi oleh komponen sebagi berikut :

  • Water jacket
  • Pompa air
  • Radiator
  • Thermostat
  • Kipas
  • Selang karet dan lain-lain

Bila Mesin Dalam Keadaan Dingin

Saat mesin keadaan masih dingin pendingin yang diberi tekanan dari pompa air yang bersirkulasi, saat mesin dalam keadaan dingin air pendingin masih dalam keadaan dingin dan thermostat masih tertutup sehingga cairan bersirkulasi melalui selang bypass dan kembali ke pompa air.

Bila Mesin Dalam Keadaan Panas

Saat mesin menjadi panas, thermostat terbuka dan katup bypass tertutup cairan pendingin setelah menjadi panas didalam water jacket yang menyerap panas dari mesin selanjutnya disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas dan putaran udara dengan adanya gerakan maju kendaraan itu sendiri cairan pendingin yang sudah dingin ditekan kembali oleh pompa air ke water jacket dan seterusnya bersirkulasinya.

Nb :
Jangan sekali-kali menghidupkan mesin dengan thermostat tidak terpasang, jalur bypass akan selalu terbuka yang menyebabkan air pendingin melalui bypass radiator dimana air pendingin tersebut didinginkan hal itu mengakibatkan mesin menjadi panas yang berlebihan.

Bagian-Bagian Terpenting Dalam Sistem Pendingin

Ini bagian-bagian yang terpeting didalam sistem pendingin pengaruhnya sangata besar bagi mesin antara lain yaitu :

Radiator

Radiator yang berfungsi untuk mendinginkan cairan pendingin yang telah menjadi panas setelah melalui saluran water jacket radiator yang terdiri dari tangki air bagian atas ( upper water tank ) dan tangki air bagian bawah ( lower watet tank ) dan juga radiator core pada bagian tengahnya.

Kerjanya cairan pendingin masuk ke upper tank dari selang atas ( upper hose ), upper tank yang dilengkapi dengan tutup radiator untuk menambah air pendingin selain itu juga dihubungkan dengan selang ke reservoir tank sehingga air pendingin atau uap yang berlebihan dapat ditampung.

Lower tank dilengkapi outlet dank ran penguras, inti radiator ( radiator core ) terdiri dari pipa-pipa yang dapat dilalui air pendingin dari upper tank ke lower tank selain itu juga dilengkapi dengan sirip-sirip pendingin yang berfungsi untuk menyerap panas dari cairan pendingin. radiator letaknya disepan kendaraan sehingga radiator dapat didinginkan oleh gerakan kendaraan tersebut.

Inti Radiator

Inti radiator atau radiator core terdiri dari pipa-pipa yang dimana cairan pendingin melaluinya dari upper ke lower tank, yang dilengkapi dengan sirip-sirip pendingin. Panas cairan pendingin pertama dipindahkan atau diserap ke sirip-sirip yang didinginkan oleh kipas dan udara akibat gerakan dari kendaraan yang mengalir ke sirip-sirip saat kendaraan sedang berjalan. Ada 2 tipe dari inti radiator yang perbedaannya tergantung pada model sirip-siripnya pendinginannya tipe plate ( flat fin type ) dan tipe lekukan ( currogated fin type ).

Beberapa kendaraan sekarang ini menggunakan versi terbaru yaitu tipe lekukan dari radiator tipe SR. inti radiator bertipe radiator SR hanya mempunyai susunan pipa tunggal ( single row ) sehingga bentuk keseluruhannya menjadi tipis dan ringan dari pada dengan radiator biasa,Tipe plat, Tipe lekukan, dan Tipe SR.

Tutup Radiator

Pada umumnya radiator dilengkapi dengan tutup radiator yang bertekanan dan menutup rapat pada radiator, ini memungkinkan naiknya temperature pendingin 1000C tanpa terjadi pendidihan. Penggunaan tutup radiator yang bertekanan diutamakan sebab efek pendinginan radiator bertambah yang membuat perbedaan suhu diantara udara luar dan cairan pendingin berarti ukuran radiator dapat berkurang menjadi tipis tanpa mengurangi pendinginan yang diperlukan.

Cara kerja pada tutup radiator adalah :

Tutup radiator yang dilengkapi relief velve dan vacuum valve, bila volume pendingin bertambah saat temperature mulai naik maka tekanan juga akan bertambah bila tekanan naik hingga mencapai 0,3 sampai 1,0 kg/cm2 pada 110 sampai 1200C relief valve akan membuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui over flow pipe.

Temperature cairan pendingin berkurang setelah mesin berhenti dan membentuk ruangan vacuum didalam radiator. Vacum valve akan membuka secara otomatis untuk menghisap udara yang segar untuk menggantikan kevakuman didalam radiator. Kemudian cairan pendingin yang ada didalam radiator pada tekanan astmosfir bila mesin sudah benar-benar menjadi dingin.

Tangki Cadangan (Reservoir Tank )

Tangki cadangan yang dihubungkan ke radiator dengan selang over flow bila volume cairan pendingin berekspansi yang disebabkan oleh naiknya temperature maka cairan pendingin yang berlebihan dikirim ke tangki cadangan bila temperature turun maka cairan pendingin yang ada didalam tangki cadangan akan kembali ke radiator ini untuk mencegah terbuangnya cairan pendingin dan untuk menjamin agar dapat mengirimkan cairan pendingin saat diperlukan penambahan secara tetap.

Pompa air

Pompa air ( water pump ) fungsinya mengirim cairan pendingin yang melalui sistem pendingin dengan tekanan umumnya yang biasa digunakan adalah tipe pompa sentrifugal. Pompa ini ditempatkan pada bagian depan blok silinder dan digerakkan oleh tali kipas ( V-Belt ), V ribbed belt atau timing belt.

Thermostat

Temperatur cairan pendingin tergantung dengan mesin pada umumnya efisiensi operasi mesin yang tertinggi adalah bila temperaturnya kurang lebih sekitaran 80 – 900C. Sangat penting sekali bahwa temperatur yang cepat mencapai batas maksimal secepat mungkin setelah mesih hidup. Panasnya tidak boleh menurun terutama saat kondisi musim dingin, thermostat dirancang untuk mempertahankan temperatur cairan pendingin dlam batas yang diizinkan.

Thermostat adalah semacam katup yang membuka dan menutup secara otomatis sesuai temperatur cairan pendingin. Thermostat adalah semacam katup yang fungsinya membuka dan menutup secra otomatis sesuai temperatur cairan pendingin, thermostat dipasang antara radiator dengan sirkuit pendingin mesin, bila temperature pendingin rendah katup menutup untuk mencegah agar air tidak masuk ke radiator.

Bila temperatur meningkat katup akan membuka dan dengan demikian cairan pendingin mengalir ke radiator. Thermostat dioperasikan oleh wax sealed yang ada didalam silinder, volume wax ini berubah disebabkan oleh temperatur, perubahan volume dalam wax mnyebabkan silinder bergerak turun atau naik mengakibatkan katup membuka dan menutup. Thermostat dilengkapi dengan jiggle valve yang gunanya untuk mengalirkan air dari sistem pendingin saat menambahkan cairan pendingin ke dalam sistem.

Kopling Fluida Yang Dikontrol Temperatur

Kopling fluida yang dikontrol temperatur adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengatur kecepatan kipas pendingin dalam 2 tahap sesuai dengan temperatur udara luar yang melalui radiator. Saat temperatur udara rendah dapat menurunkan kecepatan kipas sehingga mesin cepat menjadi panas dan juga dapat mengurangi bunyi putaran kipas, bila temperatur tinggi akan menambah kecepatan kipas untuk mendinginkan radiator dengan lebih efisiensi.

Kipas pendingin

Bagian radiator didinginkan oleh udara luar, tapi pendinginnya belumlah cukup bila kendaraan tidak bergerak karena kipas pendingin bertujuan untuk menambah pendingin. Kipas pendingin ditempatkan dibelakang radiator, kipas pendingin cara kerjanya digerakkan oleh poros engkol melalui tali kipas ( belt ) atau dengan motor listrik.

  • Sistem kipas pendingin yang digerakkan oleh belt Kipas pendingin jenis ini digerakkan terus-menerus oleh poros engkol melalui tali kipas, kecepatan kipas berubah sesuai dengan kecepatan mesin, bila mesin berputar dengan kecepatan tinggi, kipas ini berputar cepat dan putaran tersebut menambah tahanan pada saat yang sama ini menyebabkan kehilangan tenaga dan menimbulkan bunyi di kipas. Kopling fluida yang biasanya terpasang di antara pompa air dan kipas pendingin supaya untuk mengatasi masalah seperti diatas, tali kipas penggerak kipas pendingin digerakkan oleh V-belt atau dengan tali kipas yang bergigi ( ribbed belt ).
  • Kipas pendingin yang digerakkan oleh motor listrik Kipas ini digerakkan dengan motor listrik dengan menerima sinyal dan sensor temperatur pendingin yang dikirimkan dari kepala silinder, ketika temperatur meningkat pada suatu yang ditetapkan sinyal tersebut merespon motor relay untuk menggerakkan motor, dan kemudian menggerakkan kipas pendingin. Kipas pendingin hanya bekerja jika dibutuhkan berarti bahwa mesin dapat mencapai temperatur operasi yang maksimal dengan sangat cepat, juga dapat mengurangi penggunaan bensin dan juga bunyi kipas.
  • V–Belt dan Ribbed belt
    Kipas pendingin yang umumnya digerakkan oleh tali kipas, dan bagian lainnya pada mobil seperti pompa air, alternator, pompa power steering dan pendingin kompresor yang juga digerakkan oleh tali kipas atau tali kipas yang bergigi, belt sangat mudah sekali dalam pemindahan tenaga karena tidak membutuhkan pelumasan.
  • V–Belt
    Belt yang sudah digunakan berapa tahun sampai sekarang, disebut V-belt karena mempunyai bagian yang terpotong yang berbentuk V yang menambah efisiensi penambahan tenaga. V-belt ini terbuat dari karet sintetis, tetron atau penguat lainnya dan dilapisi dengan kanvas pada kedua sisinya, V-belt yang menggunakan tipe COG dengan gigi semi – elliptical adalah salah satu jenis dari V-belt.
  • V Ribbed belt
    Tali kipas yang secara bertahap diganti dengan tali kipas yang bergigi ( V ribbed belt ) yang mempunyai penampang, tebal keseluruhannya kurang dari V-belt . V ribbed belt ini mempunyai bentuk rusuk V – shaped rib pada bagian pulleynya. Dari efisiensi pemindahan tenaga yang besar dan panas yang tinggi tahan lama dari pada dengan V-belt serta berkurangnya bidang gesek sehingga dapat mengurangi panas.

Nb :
Bila menservis pada V-belt ataupun Vribbed belt perhatikan bahwa belt harus mempunyai ketegangan yang benar bila belt kendor akan menyebabkan bunyi dan slip bila terlalu keras pasti akan merusak pully dan bantalan poros, cukup dengan stel tegangan sesuai ukuran yang disarankan dengan menggunakan alat tension gauge.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Mudah Mengetahui Fungsi Sistem Pendingin Pada Kendaraan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

 

Cara Mudah Mengetahui Fungsi Sistem Pendingin Pada Kendaraan | admin | 4.5