Fungsi Dan Cara Pemasangan Piston, Ring Piston Dan Connecting Rod ( Con Rod ) Yang Perlu Diketahui

Fungsi Dan Cara Pemasangan Piston, Ring Piston Dan Connecting Rod ( Con Rod ) Yang Perlu Diketahui

Fungsi Dan Cara Pemasangan Piston, Ring Piston Dan Connecting Rod ( Con Rod ) Yang Perlu Diketahui

Fungsi Dan Cara Pemasangan Piston, Ring Piston Dan Connecting Rod ( Con Rod ) Yang Perlu Diketahui – Pada motor bakar ada bagian yang biasa disebut bagian mesin yang bergerak bagian komponen tersebut berada dibagian mesin tengah yang difungsikan untuk memadatkan campuran bahan bakar dengan udara yang terjadi di ruang bakar, menutup lubang buang, masuk dan tranfer.

Mesin pembakaran dalam ini pertama kali ditemukan di daerah cina dengan penemuan kembang api pada abad dinasti song, dan mesin pembakaran dalam resiprokat ( mesin piston ) ditemukan oleh Samuel morey yang dipatenkan pada 1 april.

Seperti namanya mesin pembakaran dalam 4 tak mempunyai 4 tahap dasar yang terus diulangi setiap 2 putaran mesin dan pada mesin 2 langkah diselesaikan dengan 2 langkah piston satu putaran poros engkol menghasilkan satu kali tenaga.

Semua mesin yang pembakarannya dalam bergantung pada pembakaran dari bahan kimia yang biasanya dibakar dengan campuran oksigen dari udara, proses pembakaran ini menghasilkan panas dengan jumlah besar ditambah bahan kimia lain seperti karbor dioksida.

Bahan bakar yang biasanya digunakan tersusun dari hidrokarbon yang berasal dari bahan bakar fosil bahan bakar fosil mencakup bahan bakar diesel, bensin, LPG, dan juga propane, mesin yang biasanya menggunakan bensin bisa juga dapat menggunakan bahan bakar dari natural gas atau LPG tanpa perlu banyak perubahan. Didalam pembakaran dalam komponen mesin yang bergerak fungsinya sangat utama bagi mesin.

Piston

Sebuah komponen yang sangat penting bagi mesin, piston bergerak didalam silinder yang fungsinya untuk mengkompresi gas campuran, menerima ledakan hasil pembakaran yang diteruskan ke crankshaft dan membuka serta menutup lobang buang, masuk dan transfer ( pada mesin 2 langkah ).

Piston mempunyai 4 syarat yaitu :

  • Tirus
    Diameter bagian atas lebih kecil dari pada bagian bawah.
  • Oval
    Diameter bagian pin piston lebih kecil dari pada bagian yang tegak lurus pin piston.
  • Off set
    Pusat lobang pin piston tidak tepat pada sumbu piston.
  • Tanda panah
    Tanda panah pada kepala piston harus mengarah ke lobang buang.
  • Piston clearance ( celah piston )
    Antara piston dengan dinding silinder terdapat celah ( clearance ), celah tersebut diperlukan agar piston tidak macet saat kondisi panas. Namun demikian celah tersebut tidak boleh melampaui batas yang ditentukan misalnya : batas pemakaian = 0, 120 mm.

Apabila celah sudah melewati batas maka celah tersebut harus dikembalikan ke standarnya dengan cara di OVER SIZE yang artinya :

Diameter dalam silinder diperbesar maka piston pun juga diperbesar, ukuran OVER SIZE adalah 50 dan 100 ( 2 kali OVER SIZE ) over size 50 artinya pembesaran diameter piston sebesar ( 0,50 mm ). Alur ring piston mesin 2 langkah pada bagian akhirnya terdapat “ stopper ’’ yang berfungsi untuk mencegah ring piston bergeser pada alurnya. Apabila hal ini terjadi ( ring piston bergeser ) maka ring piston dapat tersangkut pada lobang-lobang pada dinding silinder.

Sedangkan piston mesin 4 langkah memiliki coakan yang terdapat pada kepala piston, coakan ini dibuat agar katup tidak menabrak piston ketika piston bergerak ke titik mati atas ( TMA ). Dalam dan bentuk coakan tergantung dari panjang langkah katup dan kontruksi kepala silinder.

Ring piston

Ring piston berfungsi untuk :

  • Perapat kompresi
  • Menghantarkan panas piston ke dinding silinder

Mesin 2 langkah biasanya memiliki 2 ( dua ) ring piston.
Jenis ring piston yang digunakan adalah ;

  • Tipe rata ( plain type )
  • Tipe key stone

Sepeda motor dengan mesin 2 langkah sekarang banyak menggunakan tipe key stone sebagai ring pertama maupun ke dua sedangkan mesin 4 langkah memiliki 3 ( tiga ) ring piston.

  • Ring atas
    Ring bagian atas menerima tekanan sangat tinggi dari hasil pembakaran gas campuran dan mempertahankan dudukan piston pada posisi yang tepat. Bentuk ringnya disebut dengan bentuk BARREL ( Tong ). Ring ini dibuat dari baja dan permukaaannya dilapisi chromium yang keras.
  • Ring ke dua
    Ring ke dua berfungsi untuk menarik oli dari dinding silinder dan mencegah oli masuk kedalam ruang bakar. Ring tersebut berbentuk TRAPESIUM ( Tapper ) dan terbuat dari baja yang permukaannya dilapisi PARKERIZING ( lapisan penyerap )
  • Ring oli
    Ring oli terdiri dari 3 ( tiga ) bagian kemponen penyusun yaitu 2 ( dua ) SIDE RAIL dan 1 ( satu ) SPACER.
  • Inner cut
    Pada tepi dalam bagian atas ring pertama dan kedua dibuat miring ( INNER CUT ). Inner cut ini bekerja untuk menekan ring ke dinding silinder ketika terjadi tekanan dari ruang bakar.

Pemasangan ring piston mesin 4 langkah

  • Pertama pasang spacer pada bagian bawah alur ring kemudian pasang kedua bagian rail, masing-masing sisi spacer satu. Spacer dan rail tidak mempunyai tanda atas atau bawah bila masih baru, sewaktu memasang komponen bekas, pasang rail pada tempat dan arah yang sama. + jika memasang spacer hati-hati jangan sampai kedua ujungnya overlap dalam celah.
  • Ring pertama dan kedua beda dalam bentuk permukaannya dan permukaan ring pertama chrome plate sedangkan ring kedua tidak, ring kedua terlihat gelap dari pada ring pertama.
  • Masukkan piston ke dalam silinder selanjutnya periksa bahwa gap berada pada tempat yang benar.
  • Ring pertama dan kedua tertulis “ RN ’’ di sisi atas ring pada saat memasang ring pastikan bahwa yang bertanda berada dibagian atas.
  • Pertemuan ujung ring pertama, kedua dan seterusnya tidak boleh segaris kalau hal ini terjadi maka akan mengakibatkan tekanan gas hasil pembakaran bocor ( tenaga berkurang ).

NB :

Yang perlu diperhatikan saat memasang piston

  • Olesi sedikit suzuki moly paste pada pin piston
  • Letakkan kain yang bersih diatas dudukan cylinder untuk mencegah circlip pin piston jatuh ke dalam crankcase selanjutnya pasang circlip pin piston dengan tang lancip. pergunakan circlip pin piston yang baru untuk mencegah circlip yang lemah karena bengkok.

Connecting rod ( con rod )

Connecting rod menghubungkan piston dengan crankshaft ( poros engkol ), bagian ujung atas con rod disebut SMALL END dan bagian ujung bawahnya disebut BIG END. Pada mesin 2 langkah bagian small end dan bagian Big end diberi roller bearing/needle bearing, tetapi pada mesin 4 langkah hanya bagian Big End nya saja yang diberi roller bearing, con rod harus ringan dan kuat, komponen tersebut dibuat dengan bahan unggulan dan penampangnya berupa profil “ I ’’.

Demikianlah pembahasan mengenai Fungsi Dan Cara Pemasangan Piston, Ring Piston Dan Connecting Rod ( Con Rod ) Yang Perlu Diketahui semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

 

 

Fungsi Dan Cara Pemasangan Piston, Ring Piston Dan Connecting Rod ( Con Rod ) Yang Perlu Diketahui | admin | 4.5